Beberapa guru yang mempunyai bayi atau balita ada yang kesulitan dalam bekerja sambil mengasuh anaknya. Beberapa guru ada yang bisa menitipkannya ke orangtua, mertua, Playground atau TPA (Tempat Penitipan Anak). Rasa sungkan dan khawatir menitipkan ke orangtua atau mertua yang sudah sepuh membuat kita memilih dua opsi terakhir. Tetapi, budget yang menipis terutama bagi Guru Honorer membuat Playground dan TPA hanya impian belaka. Tak jarang banyak guru membawa putra-putrinya yang masih kecil sambil mengajar.
Bagaimana kiat mengasuh anak sambil mengajar di sekolah yang ramah anak?
1. Ijin ke Manajemen Sekolah
Hal pertama yang harus dilakukan adalah ijin kepada Manajemen Sekolah. Ini dilakukan karena kegiatan mengajar tidak maksimal bila sambil mengasuh anak di sekolah. Pihak sekolah juga bisa mengatur jadwal dan kegiatan agar disinkronkan dengan aktivitas kita dalam mengasuh anak.
2. Jadikan Sekolah Sebagai Tempat Yang Nyaman bagi Anak
Kita buat anak menjadi nyaman di sekolah hingga waktu pulang nanti. Beberapa peralatan makan dan istirahat anak tak ada salahnya kita bawa ke sekolah. Supaya tidak membawa bolak-balik, kita letakkan barang tersebut di ruang guru.
3. Jadikan Sekolah sebagai Tempat Bermain dan Belajar Anak
Bila sekolah yang kita ampu adalah PAUD atau TK, maka anak bisa bermain dengan siswa kita. Tapi bagaimana bila kita mengajar SD, SMP atau SMA/SMK? Anak bisa kita bawakan alat belajar dan bermain sambil mencontoh siswa kita. Misalnya, crayon dan buku gambar sambil melihat siswa menulis catatan atau buku cerita saat menyimak kegiatan siswa kita yang sedang literasi.
4. Tetap Enjoy dan Menjadi Ibu serta Guru yang Baik
Kita harus tetap enjoy menjadikan diri kita sebagai ibu sekaligus guru di kelas. Beberapa memang ada yang kurang nyaman, tapi hendaknya tetap kita beri pengertian kepada siswa dan wali murid.
Demikian kiat mengasuh anak sambil mengajar di sekolah. Semoga kita bisa menjadi ibu sekaligus guru yang bertanggungjawab.

Komentar
Posting Komentar