Transparansi


Gedung baru semula tegak berdiri
Kini hancur berserpih-serpih
Teriris hati kala mendengar isakan lirih
Anak-anak kecil tertatih-tatih

Kami ingin tenang belajar disini
Tanpa khawatir tertimpa mati
Untaian tangis di mata jernih
Tak mengerti apa yang terjadi

Beberapa guru berbisik sepi
"Entah siapa yang menikmati?"
Memuja apapun yang duniawi
Membuai perut hingga menggeliat risih

Padahal siswa-siswa ini punya hak yang hakiki
Menikmati pembelajaran dengan naluri
Lalu apakah harus belajar dengan sensasi?
Di bawah gedung sekolah yang miring sedih

Entah berapa mulut yang berbuih-buih
Mengumandangkan anggaran di sana sini
Oh ya, kami mengerti
Tak usahlah kau menjadi-jadi
Tapi dimanakah wahai transparansi?


Note : Picture taken from Google

Komentar