Bunga Biru

 



Kuncup kecil di atas bukit

Tersiram embun dengan legit

Dia menengadah menatap awan

Kelopaknya bergerak penuh tanya


Kuncup hijau itu perlahan terurai

Rinai matahari membuai wajah

Seruas biru terlihat binarnya

Ah, akhirnya dia terbuka juga


Nak, kau sudah bangun?

Tanya bunga biru yang lain

Bunga biru kecil hanya terangguk

Dia lihat sekeliling dengan kelu


Bunga biru kecil rupanya kecewa

Di bukit ini bukan tempatnya

Mencobalah dia melangkah

Dengan menarik dirinya yang lemah


Nak, kau mau kemana?

Bertanya lagi bunga biru yang lain

Bunga biru kecil hanya tersenyum

Dia pun menyeret tubuhnya yang berdebu


Bernyanyilah si bunga biru kecil

Tanpa lelah dia bergerak

Mengurai daun dan batangnya

Melaju menantang angin sendu


Sesampainya di bawah bukit

Dia susah bergerak lagi

Menunduk dan dia menatap

Terlihat ujungnya beranjak lapuh


Bunga biru meraih satu mahkotanya

Yang bergetar menatap resah

Saat itu terlihat mahkota mulai menguning

Melebur... Lalu hancur...


Bunga biru sudah turun bukit

Dia telah melampaui impiannya

Tapi dia perlahan layu

Seakan terlampau lupa

Karena dia telah mencabut akarnya


Buol, Januari 2021
Disusun Oleh : Mirza M


Puisi ini telah diterbitkan di buku antologi kelima penulis, yang berjudul "Saat Rasa Menjelma Kata"





Komentar