Intaian helai selimut kabut
Jumpa suara deru yang terseru
Terhembus derai angin gunung
Punggung-punggung mengaduh gaduh
Rasa resah terdorong asa
Mendongakku ke angkasa
Ada sayap haru melambai
Mengajak nurani tak terderai
Pelan kumerangkak turun
Melalui lembabnya hamparan hijau
Tak hirau basahnya embun
Mataku berseruak dengan biru
Di pesisir Maninang kuinjak pasir
Gemerisik
Berbisik
Buih ombaknya merengkuh hati
Disini kami terbentang
Masih menulis untaian kata
Sambil mengangkat pena-pena patah
Walau tak seberapa
Dan tanpa kumandang suara
Karya : Mirza Marditasari
(Buol, 31 Agustus 2020)
Tulisan ini telah diterbitkan di buku antologi keempat penulis, yang berjudul "Kisah-kisah dari Tanah Pogogul"


Komentar
Posting Komentar