1. Masyarakat
Perkotaan
- Jumlah penduduknya tidak menentu
- Kehidupan keagamaan kurang dan hanya
dipusatkan di tempat – tempat ibadah
- Arah kehidupan keduniawian (secular
trend) dibandingkan keagamaan (religious trend)
- Mengurus dirinya sendiri tanpa
bergantung orang lain (individual)
- Banyak perbedaan kepentingan sehingga
kehidupan keluarga sukar disatukan
- Pembagian kerja lebih tegas dan punya
batas nyata
- Lapangan kerja lebih banyak
- Jalan pikiran rasional, sehingga
interaksi didasarkan pada faktor kepentingan
- Jalan kehidupan sangat cepat, sehingga
jalannya waktu sangat penting
- Perubahan sosial tampak nyata karena
terbuka dalam menerima pengaruh luar sehingga sering terjadi pertentangan antar
golongan tua dan muda
2. Masyarakat
Pedesaan
- Organisasinya sederhana
- Penduduknya tersebar
- Perkembangan teknologi lambat
- Pekerjaan utama adalah di bidang
pertanian
- Sistem kemasyarakatan gotong royong
- Cara bertani sangat tradisional dan
tidak efisien, semata – mata untuk mencukupi kehidupan sendiri dan tidak untuk
dijual (subsistence farming)
- Golongan tua punya peran penting sebagai
penasihat
- Kurangnya alat komunikasi
- Rasa persatuan erat dan penyelesaian
masalah dengan cara musyawarah
- Hubungan penguasa dengan rakyat secara
tidak resmi, dan penguasa mempunyai beberapa kedudukan sehingga tidak dapat
dipisah
Source : Sosiologi Suatu Pengantar by Soerjono Soekanto (1982)

Komentar
Posting Komentar